Acara yang juga menyongsong HUT Korps Marinir ke-80 ini dihadiri oleh perwakilan dari berbagai elemen, mulai dari Angkasa Pura, manajer PT Garuda Indonesia Cabang Kupang, Ketua Dewan Pimpinan Cabang Perhimpunan Advokat Indonesia (DPC PERADI Oelamasi), hingga kalangan swasta. Suasana kekeluargaan pun mengalahkan kesan angker sebuah markas militer.
"Kami mengadakan kegiatan ini juga bentuk dari komunikasi sosial, sekaligus menyongsong HUT Korps Marinir TNI AL tanggal 15 mendatang," ucap Letkol Fernando Susanti Lumi di hadapan para tamu.
Lebih dari sekadar perayaan, silaturahmi ini menjadi media strategis untuk memperkenalkan diri. Letkol Fernando menegaskan, kehadiran Korps Marinir di Kupang bukan hanya tentang senjata dan pertahanan, tetapi juga tentang membangun jembatan dengan warga yang dilindunginya.
"Masyarakat harus mengetahui bahwa di kota Kupang pada khususnya, ada satu korps marinir yang mendukung penuh seluruh rangkaian Komando Daerah Angkatan Laut (Kodaeral)," tegasnya. Tugas mereka ganda: menjadi tulang punggung pertahanan pangkalan dan sekaligus menjadi sahabat warga dalam menjaga keamanan.
"Masyarakat harus mengetahui bahwa Korps Marinir AL selalu menjaga masyarakat demi keamanan dan mendukung penuh pemerintah daerah," tegasnya, menegaskan komitmen tersebut.
Di balik senyum dan salam, tugas pokok mereka tetap tajam. Letkol Fernando menutup dengan mengingatkan satu misi inti: "Tugas pokok marinir AL adalah menjaga pertahanan pangkalan Komando Daerah Angkatan Laut (Kodaeral) Tujuh Kupang."
Pernyataan penutupnya itu bagai pengingat bahwa di balik hangatnya silaturahmi, ada pasukan elite dengan tugas nasional yang tak tergantikan, siap melindungi kedaulatan dari ujung timur Indonesia. Perayaan HUT ke-80 bukan hanya soal usia, tapi tentang komitmen delapan dekade yang tak goyah
